Tradisi Sadranan Picu Kenaikan Harga Daging Ayam di Salatiga
SALATIGA, Kabarhariini.id – Harga daging ayam ras di Kota Salatiga mulai merangkak naik menjelang datangnya bulan suci Ramadhan.
Seperti di pasar tradisional, harga daging ayam kini tembus Rp 37.000 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp 35.000 per kilogram.
Kenaikan harga tersebut terpantau di Pasar Blauran dan Pasar Raya 1 Salatiga. Disinyalir, kenaikan harga dipicu adanya peningkatan permintaan masyarakat untuk kebutuhan hajatan dan tradisi menjelang puasa.
Salah seorang pedagang daging ayam, Diah menyebut salah satu pemicu naiknya permintaan adalah tradisi sadranan yang dilakukan warga di sejumlah daerah. Dalam tradisi itu, masyarakat biasanya memasak besar dan mengundang tamu untuk datang ke rumah.
“Warga yang nyadran pasti masak besar. Salah satu lauknya daging ayam, sehingga permintaan meningkat. Mungkin itu salah satu penyebab kenaikan harga daging ayam,” ujarnya, Selasa, 3 Februari 2026.
Diah menilai kenaikan harga saat ini masih tergolong wajar dan belum berdampak pada omzet penjualan. Menurutnya, kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan memang selalu meningkat, sehingga daya beli masih terjaga.
Meskipun demikian, para pedagang tetap menyimpan kekhawatiran, terutama jika pasokan ayam hidup mulai menipis. Jika stok berkurang, harga diprediksi kembali terdorong naik dan dapat mempengaruhi stabilitas penjualan hingga Lebaran.
“Yang kami khawatirkan kalau stok ayam hidup menipis. Mudah-mudahan sampai lebaran stok cukup, sehingga pedagang tidak kesulitan mendapatkan barang dagangan,” ucapnya.
Selain ayam ras, harga komoditas pangan di Pasar Blauran terpantau masih relatif stabil. Beras IR 64 premium Rp 14.600 per kg, beras IR 64 sedang Rp 13.200 per kg, gula pasir Rp 17.000 per kg, minyak goreng curah Rp 17.550 per liter, serta cabai dan bawang berada di kisaran Rp 25.000– Rp 57.500 per kg.
Sementara ayam kampung Rp 70.000 per kg dan daging sapi berada di rentang Rp 60.000– Rp 110.000 per kg.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar S



